Internet Sehat: Optimalisasi Percepatan Pendidikan yang Hebat

3 Dec 2010

Membaca judul di atas mungkin beberapa dari Anda akan bertanya, Apa yang bisa dioptimalkan dari internet terhadap program pendidikan? Jawaban saya hanya satu, Ruang dan waktu. Bagi saya, internet adalah salah satu fasilitas yang dapat mempercepat informan memperoleh informasi secara cepat dan aktual. Internet dapat menghemat waktu kita memperoleh informasi tanpa dibatasi ruang dan waktu. Hal inilah yang membuat saya berpendapat bahwa internet dapat meningkatkan percepatan optimalisasi program pendidikan.

Proses perolehan informasi dan ilmu pengetahuan dalam bidang pendidikan akan lebih lengkap dan akurat bila digabung dengan informasi yang didapat dari internet. Dengan adanya internet (tentunya berinternet sehat), informasi yang diperoleh dari pendidikan akan dilengkapi dengan informasi yang diperoleh dari internet, sehingga keakuratannya lebih baik dan sumber informasinya lebih banyak.

Dari internet, kita dapat memperoleh informasi dan mengolahnya atau bahkan mendapatkan inspirasi, sehingga bisa melahirkan suatu karya. Saya pikir ini nyata, karena begitu banyak orang-orang yang sukses karena menerapkan internet secara sehat.

Mark Zuckerberg, CEO Facebook, salah satu pendiri situs jejaring sosial terkemuka, yang memanfaatkan internet dengan membuat situs jejaring sosial berdasarkan psikologis pengguna internet. Bagi Anda yang sudah pernah menonton film The Social Network, film yang diambil dari kisah nyata tentang perjalanan Mark Zuckerberg membangun laman Facebook, pasti akan mengerti di balik kesuksesannya membangun website Facebook. Kemampuannya sebagai ahli komputer takkan sedahsyat ini bila dia tidak dapat mengoptimalkan penggunaan internet. Ia menghasilkan produk/karya yang kini dapat dinikmati oleh semua orang di seluruh dunia. Alhasil, ia menjadi salah satu CEO termuda yang kaya raya dan sukses. Berdasarkan data dari laman http://www.internetworldstats.com, kini pengguna Facebook di dunia berjumlah 517.760.460 dengan penetrasi sebesar 7,6%. Luar biasa bukan. Mark Zuckerberg memanfaatkan internet secara optimal dengan membuat laman Facebook.

Grafik Facebook user

Ia dapat membaca kebutuhan para pengguna internet berdasarkan info yang didapatnya melalui internet. Hasil karyanya kini dinikmati oleh ratusan juta orang di seluruh dunia. Dari hasil karyanya (membangun situs Facebook), banyak orang yang mendapatkan manfaat menggunakan Facebook. Tidak hanya menambah pertemanan, tapi juga mempertemukan kembali teman atau keluarga yang sudah lama tidak bertemu, bisnis, penelitian, komunitas, dan masih banyak lagi.

Saya rasa, sangat banyak contoh orang-orang sukses yang dapat memanfaatkan internet secara sehat. Misalnya, Linus Benedict Torvalds, salah satu tokoh berpengaruh di bidang open source. Ia adalah rekayasawan perangkat lunak asal Finlandia yang dikenal sebagai perintis pengembangan kernel Linux. Dari sinilah lahir sistem operasi Linux (pesaing sistem operasi berbayar, seperti Windows dan MacOS) yang powerfull dan gratis. Pada tahun 1991, ia membagikan kode sumber kernel Linux. Ia tidak menyangka bahwa karyanya bisa menghasilkan uang bermiliaran dolar.

Selain itu, Linux kemudian berkembang menjadi sistem operasi paling menjanjikan. Linux bisa ditanam ke dalam server, PC, tablet PC, telepon seluler, GPS, robot, mobil, bahkan hingga pesawat ulang alik buatan NASA. Dan kini karyanya dapat dinikmati oleh semua orang di seluruh dunia. Karena sifatnya yang open source, kini sistem operasi Linux bisa didapatkan dari berbagai distro, seperti SuseLinux, Debian, Ubuntu, Blangkon, Backtrack, dll.

Dari perjalanan kedua tokoh itu, saya mengamati bahwa mereka memanfaatkan internet sebagai suatu hal yang positif, sehingga dapat berkarya dan dimanfaatkan oleh banyak orang.

Dengan internet, kita dapat mengoptimalkan sumber daya manusia (SDM) bangsa Indonesia yang cerdas (namun saat ini belum dioptimalkan). Hanya saja, saat ini kita masih terkendala dengan fasilitas dan dukungan dari berbagai elemen. Saya tidak dapat membayangkan bila di setiap daerah mempunyai fasilitas komputer dan internet yang dibentuk ke dalam komunitas pelatihan komputer (mungkin semacam karang taruna cyber atau lembaga nonformal pelatihan komputer). Para pengguna yang berada di desa-desa terpencil tentunya tidak akan tertinggal karena akan memperoleh informasi, baik itu berupa kebijakan dari pemerintah maupun ilmu pengetahuan yang baru yang bisa menjadi sumber inspirasi mereka, bila dilengkapi dengan fasilitasi memadai. Misalnya saja, di daerah terpencil yang daerahnya sebagian besar belum dilalui jalur PLN. Nah, dari internet ini, tidak tertutup kemungkinan ada yang mampu mempraktikkan atau menciptakan tenaga listrik melalui berbagai sumber selain air.

Pembuatan lembaga nonformal ini nantinya akan digunakan sebagai tempat mencari informasi dan mempraktikan ilmu yang mereka dapat. Para pengguna juga dapat mengirim-menerima informasi atau mungkin berkarya. Selain itu, secara tidak langsung para pengguna mengalami peningkatan kemampuan/intelektualitas karena telah membiasakan diri dengan berinternet secara positif.

Pengguna internet juga bisa men-sharing ilmu yang telah dia dapat ke internet, baik ke forum, web pribadi, blog, ataupun portal berita, sehingga hasil karya atau ilmu pengetahuan yang pengguna peroleh dapat dimanfaatkan oleh orang banyak yang kemudian akan secara tidak langsung telah menurunkan ilmunya yang bermanfaat.

Dengan adanya lembaga pelatihan nonformal yang bersifat sosial yang menerapkan pembiasaan ber-internet sehat, maka ilmu pengetahuan yang didapat bisa merata di seluruh Indonesia, karena dapat disampaikan dengan cepat dan efisien, sehingga program pendidikan dapat berjalan secara optimal.

Tetapi, memunculkan kebiasaan berinternet sehat juga tidak dapat terealisasi bila hanya dilakukan dengan berkampanye tanpa tindakan yang nyata, seperti pemberian fasilitas, motivasi, dan tenaga pengajar. Dibutuhkan semangat dan tindakan yang konkret untuk mewujudkan internet sehat.

Inilah yang saya sebut sebagai optimalisasi percepatan program pendidikan melalui internet sehat. Hampir semua informasi yang kita inginkan bisa didapat. Kalaupun tidak bisa ditemukan melalui situs publik atau blog, pengguna dapat bertanya melalui forum atau para ahli di bidangnya masing-masing.

Saya sendiri termasuk salah seorang yang mendapatkan manfaat dari internet sehat. Sebagian besar informasi yang saya cari bisa saya peroleh melalui internet dengan mengunjungi website, forum, jejaring sosial, ataupun blog-blog pribadi. Saya bisa mendapatkan informasi dengan cepat dalam waktu singkat. Saya bisa mengoptimalkan waktu saya memperoleh info dan mempraktikkannya dalam waktu singkat. Karena waktu itu berharga, “jalan pintas” untuk mendapatkan informasi bisa saya peroleh dari internet.

Saya sebelumnya termasuk orang yang awam komputer. Namun karena saya memanfaatkan internet, dalam satu tahun, saya bisa menguasai komputer karena telah mendapatkan ilmu dan mengaplikasikannya, di antaranya bisnis (membuat usaha warnet dengan modal awal hanya menggunakan satu komputer), bertransaksi, membuat website, servis komputer, desain grafis, jaringan lokal (LAN), mengatasi (memblokir) konten porno dan SARA, membuat program, dan lain-lain. Banyak yang saya lakukan dari internet ini. Selain kemampuan di atas, pengetahuan saya akan ilmu lain pun meningkat, mulai dari ilmu sosial, kesehatan, politik, hingga hobi.

Namun ilmu atau informasi tidak bisa kita dapat bila penyumbang ilmu, seperti blogger atau penulis, tidak membagikannya melalui internet. Semakin banyak orang yang mengenal internet secara sehat, semakin banyak pula (kemungkinan) orang yang menyumbangkan ilmunya melalui internet. Dan semakin mudah pula kita mendapatkan informasi yang kita inginkan.

Dengan adanya perlombaan yang diumumkan di laman blogdetik.com, saya ingin mencoba menulis dan membagikan ilmu dan pengalaman yang telah saya peroleh selama ini. Rencananya, dari hasil keseluruhan saya memperoleh info, saya berencana untuk membuat semacam tempat mengajar komputer yang difasilitasi akses internet, karena di daerah saya masih banyak warga yang awam akan teknologi dan internet. Padahal internet adalah salah satu cara mempercepat seseorang memperoleh ilmu dan melengkapi kekurang ilmunya. Untuk saat ini, hanya dengan mengenalkan internetlah (selain pendidikan formal) kita bisa mengejar ketertinggalan untuk melengkapi kekurangan kita akan informasi.

Dan bila rencana ini dapat berjalan, ke depannya, saya akan mencoba menerapkan internet sehat dengan membuat jaringan yang menurut saya aman. Kira-kira bagan jaringannya seperti di bawah ini. (Karena saya awam, bila ada teman dari ahli yang mengerti jaringan, mohon dikoreksi):

network1

Keterangan:

PC A- PC F = Komputer pengguna yang nantinya akan mengakses informasi.

Server 1- Server 3 = Server yang berisi tentang informasi, Masing-masing server terdapat info yang berbeda.

Server 1: Server yang berisi tentang daftar info-info link ilmu pengetahuan dan berita aktual.

Server 2: Server ini nantinya akan dibuat seperti perpustakaan digital, di dalamnya terdapat file-file berupa e-book dan artikel yang berisi bermacam ilmu pengetahuan. Jadi, pengguna dapat mengunduh file tesebut secara gratis, karena memang ditujukan untuk meningkatkan percepatan program pendidikan.

Server 3: Server ini berisi tentang informasi dari instansi pemerintahan tentang ilmu pengetahuan.

Filter= Berfungsi untuk memfilter pengguna internet bila mengakses situs yang kontennya mengandung SARA.

Dengan topologi jaringan seperti itu, pengguna yang mengakses konten SARA dapat diminimalisasi. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi pembaca.

Bila ada kesalahan mohon dikoreksi, bila ada pertanyaan saya akan menjawab semampu saya. Terima kasih.


TAGS Festival BLOG 2010 Festival BLOG 2010 optimalisasi percepatan pendidikan yang hebat internet sehat Optimalisasi percepatan pendidikan yang hebat


-

Author

Follow Me